IN LOVE….

September 5th, 2006 by elmirabel

Ada temen aku curhat…
Dia sedih banget di tinggal pacarnya….
Dia seperti diliputi awan mendung setiap harinya
Sampai2 ga bisa konsentrasi & sakit-sakitan

Seorang teman lainnya, berkata : " Kamu  itu fallin in love atau in love sama dia? "
Aku yang nguping pembicaraan mreka, jadi ikut bertanya-tanya….
Apa bedanya ‘fallin in love’ sama ‘in love’ ya ?

Temen aku itu udah banyak berkorban untuk pacarnya
Dia  mau tiap hari telpon & sms pacarnya
Dia mau keluar uang untuk pacarnya secara  berlebihan
Dan waktu di tinggal, dia bener2 rapuh….
Buat dia satu-satunya obat yg bisa menyembuhkan sakitnya adalah
’suara’ dari si mantan pacar ck…ck…ck
Sudah hampir 6 bulan dia seperti ini terus

Dulu aku juga pernah mengalami hal itu.
Aku bertemu orang yg mudah skali berkata bohong
dan memberikan janji-janji manis
Untungnya luka itu sudah mulai sembuh.

Tapi terus terang saat ini sulit untuk membuka hati lagi…

Pengalaman cinta lainnya….
Saat ini seorang yang hadir…
membuat perasaanku sedikit berbeda

There is strange feeling in my heart

Kehadiran dia bikin aku ceria…
Kehadiran dia bikin aku semangat
Aku suka semua lagu yang dia kasih ke aku
Aku suka sama ide2nya…
Walaupun terkadang sikap dia ‘like a little boy’
Tapi justru itu yg bikin aku sayang dia…
Dan sebaliknya kalau dia hilang, aku seperti kehilangan lentera hati

‘Coz He makes my world more colorful

Aku ga tau apa yg ada di perasaan ini….
Temen2ku juga sampai takjub….
Kata mereka " Akhirnya kamu bisa normal juga " Haha…
Soalnya udah stahun lbih aku ga mau mnerima siapapun
masuk ke dalam hatiku…

Saat seorang teman berkata, " aku sms dia yah, supaya dia telp kamu.
Alesan aja kamu lagi ada perlu "
Aku menolak… padahal kangen banget
Aku ga mau memaksa dia untuk sms atau telpon, jika ia tak ingin
Rasanya aku cukup merasa bahagia bisa kenal dengan orang itu
Walaupun bohong rasanya…
kalau aku berkata tidak berharap dia memiliki ’strange  feeling’ yg sama
Tapi aku tidak ingin melambungkan harapan itu…
Entah bagaimana caranya….

Karna aku ga tau kapan dia bicara serius, kapan bercanda :’o(

Dia  selalu berkata: " Tunggu aku lulus tes kerja ya… nanti aku lamar deh!"
Dan aku memang ingin menunggunya.
But I heard he  can say ‘ i love u ‘ 2 anybody… :’o(

Andaikan ada orang yg bisa kasih tau aku
Dia serius ga sih??????

Mungkin aku yg bodoh, berharap kata-katanya itu serius
Mungkin juga aku cuma takut mengalami trauma seperti dulu…
Mungkin sbaiknya aku berdoa agar aku bisa segera berpaling dari dia.
Before  I drop into ‘deep feeling’

Karena mengharapkan dia, bikin aku sedih…

And then…
I still confuse with this ’strange feeling’…
But I always pray 4 the best
4 me… & 4 him….

Entah mana dari cerita itu yang disebut ‘FALLIN IN LOVE’ or ‘IN LOVE’
Aku masih belum bisa mengerti…

Tapi aku sangat berharap bisa merasakan lagi perasaan indah yang bernama :

true………

200390905fyyumh_ph

 

LAPANG DADA….

June 1st, 2005 by elmirabel

Berlapang Dada Menghadapi Kritikan

Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting. Sahabat, apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar orang berkata, "Saya ingin mengkritik Anda!". Biasanya, jika seseorang mendapat perlakukan seperti itu, ia akan bereaksi negatif. Seakan-akan kehormatan dan harga dirinya sedang terancam. Ia menganggap kritik sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baiknya.

Maka, wajar jika reaksi yang muncul — entah itu berupa pikiran, perasaan, maupun sikap tubuh — adalah pembelaan diri. Sulit baginya untuk menerima semua kritikan, apalagi menikmatinya. Akan tetapi, responsnya akan berbeda jika kita mendengar perkataan, "Saya akan memberi kamu kripik". Spontan, kita akan senang menerimanya. Wajah menjadi cerah. Riang rasanya perasaan karena membayangkan akan diberi kripik yang lezat.

Di sinilah perbedaan kata ‘kritik’ dan ‘kripik’. Tetapi, yang terpenting bukan itu. Hal terpenting adalah mengapa kita sampai memunculkan sikap berbeda ketika mendengar dua kata itu? Untuk yang pertama, kita cenderung sungkan menerimanya. Sementara untuk yang kedua, kita malah sering mencarinya. Sebenarnya, masalah kritik dan kripik bisa sama kalau persepsi kita tentang kritik itu kita benahi; bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang kita nikmati. Lebih dari itu, kita juga butuh ilmunya sehingga kritik ini menjadi sesuatu yang berarti dan layak kita akrabi.

Dalam menerima kritik, kita memerlukan beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik tersebut sebagai sarana membangun kemuliaan. Bagaimana caranya? Pertama, rindukanlah kritik dan nasihat tersebut. Selayaknya, kita bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dan rindu dinasihati. Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus. Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik akan membuka prestasi, derajat, dan kedudukan yang lebih baik.

Kedua, cari dan bertanyalah. Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Milikilah teman yang mau dengan jujur untuk saling mengoreksi. Tanyalah kekurangan diri pada orang-orang yang dekat dengan kita. Percayalah, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan. Ketiga, nikmati kritik. Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya isinya benar, namun caranya salah. Tidak ada yang rugi dengan dikoreksi. Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar. Jangan memotong pembicaraan. Apalagi membantahnya. Belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

Keempat, syukurilah. Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada si pemberi kritik. Tampakkanlah raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila kita ingat akan kebaikan-kebaikan yang pernah ia berikan. Kelima, evaluasi diri. Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.

Keenam, perbaiki diri. Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikan program tersebut sebagai ungkapan rasa syukur terhadap kritik yang datang. Mintalah kepada Allah, sebab perubahan hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Dia. Ketujuh, balas budi. Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bisa berupa barang berharga, makanan, sepucuk surat, atau-minimal-informasi kepada yang mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya. Selamat menikmati kritik. Wallahu a’lam bish-Tausiyah

LIZA PUNYA TEMEN YG SAMPE PUTUSIN SILATURAHMI, GARA2 LIZA KRITIK… PADAHAL UDAH DGN SEHALUS MUNGKIN KATA-KATANYA. DUH REPOT JUGA YA…. MUNGKIN DIA BLOM BACA ARTIKEL INI.

KNAPA BABI ITU HARAM…?

May 27th, 2005 by elmirabel

Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang logika dan ilmu kesehatan. Semoga bermanfaat.

Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai kata-kata "Halal" dan "Haram"; apa arti dari kata-kata tersebut?

Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.

Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?

Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

Bob: Apa maksud anda?

Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, "Dari daging mereka (dari "swine", nama lain buat "babi") janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu."

Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.

Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

MAHA SUCI ALLAH

Sumber: Ibrahim Ali Ahmad

Why the Muslim can’t eat pork

This was taken from Haniff’s journal… and i wanna share it in my network…

Some explaination about Why the Muslim can’t eat Pork or any pig or swine based meat….

Bob: Tell me why is it that a Muslim is very particular about the words Halal and Haram; what do they mean?

Yunus: That which is permissible is termed Halal and that which is not permissible is termed
Haram and it is the Quran which draws the distinction between the two.

Bob: Can you give me an example?

Yunus: Yes, Islam has prohibited blood of any type. You will agree that a chemical analysis
of blood shows that it contains an abundance of uric acid, a chemical substance which can be injurious to human health.

Bob: You’re right about the toxic nature of uric acid, in the human being it is excreted as a waste product and in fact we are told that 98% of the body’s uric acid is extracted from the blood by the kidneys and removed through urination.

Yunus: Now I think that you’ll appreciate the special prescribed method of animal slaughter in Islam.

Bob: What do you mean?

Yunus: You see, the wielder of the knife, whilst taking the name of the ‘Almighty’, makes an incision through the jugular veins, leaving all other veins and organs intact.

Bob: I see, this causes the death of the animal by a total loss of blood from the body, rather than an injury to any vital organ.

Yunus: Yes, were the organs, example the heart, the liver, or the brain crippled or damaged, the animal could die immediately and its blood would congeal in its veins and would eventually permeate the flesh. This implies that the animal flesh would be permeated and contaminated with uric acid and therefore very  poisonous; only today did our dietitians realize such a thing.

Bob: Again, while on the topic of food; Why do Muslims condemn the eating of pork or ham or any foods related to pigs or swine.

Yunus: Actually, apart from the Quran prohibiting the consumption of pork, bacon(pig flesh); in
fact the Bible too in Leviticus chapter 11, verse 8, regarding swine it says, "of their flesh (of the
swine, another name for pig) shall you not eat, and of their carcass you shall not touch; they
are unclean to you."

SUBHANALLAH…….

ARTI SAHABAT?

May 27th, 2005 by elmirabel

My_new_frenz_1

Ada yg bertanya pada Liza… berapa orang sahabat kamu?

Liza coba2 menghitung dgn jari…, “ kalau dihitung dari sahabat sejak TK, wah cukup banyak. Lebih dari 15 orang. Dan Liza msh suka kontak dgn mreka. Walaupun jarang2 ”

“ Kalau memang sebanyak itu sahabat kamu, dimana mereka semua saat ini? Siapa yg sering telpon ke hp kamu? Yg selalu menanyakan kabar kamu? Yg selalu menemani kamu makan di hari Libur? Yg ajak kamu ktemu atau jalan2? “

Hati Liza panas juga dengernya. Emang sih saat ini semua sahabat Lizasudah sibuk masing2… jd agak jarang kontak2 lg. Tp bnyk kok yg sms menanyakan kabar Liza. Terutama tmen2 lama.

TmenSD, SMP, SMA. Apalagi skrg banyak yg married… jd undangan dateng bertubi-tubi ke rumah.

Memang Liza akui dlm persahabatan Liza selama ini, tidak selalu sempurna.

Gak seperti yg di film2. Kemana-mana bareng… punya cita2 yg sama, saling support, terus-menerus saling kontak. Mungkin semua itu cuma bisa terjadi saat kita masih bersama-sama. Entah itu disekolahan atau di kuliahan.

saat ini kita lebih masing2 &  sibuk dgn kegiatannya sendiri2…. Tapi bukan berarti kita sudah saling melupakan.

Liza sendiri termasuk org yg hobi mengontak smua sahabat. Tapi diantara tmen2 yg Liza kontak, gak semuanya membalas kebiasaan Liza ini.

Ada yg mengontak Liza kalau ada perlu saja, ada yg kontak kalau Liza telpon. Tapi ada jg yg rela telpon Liza walaupun dia ada di luar kota

….

Liza akui… Liza ga sepenuhnya memahami karakter sahabat2 Liza sendiri. Tapi seperti apapun mreka, Liza tetap sayang…

Bagi Liza sahabat itu sangat berharga.

Mungkin bnar juga…

Siapa tahu selama ini cuma Liza yg menganggap mreka sahabat, tp mreka mungkin biasa saja terhadap Liza….  Jadi mungkin lbih tepatnya, Liza ini boleh dibilang punya banyak tman baik… tapi Liza belum tahu siapa diantara mreka yg bnar2 menganggap Liza sahabat mreka. Yg penting bagi Liza adalah mempertahankan tali silaturahmi.

Dan Liza yakin akan selalu bertemu dgn sahabat2 baru, dimanapun Liza berada… ;o)

4 my old friends: “ Miss all of U so much! “

4 my new friends: “ thx 4 being a good frenz! “

I LOVE MY MOM

May 24th, 2005 by elmirabel

Foto_liza_n_mami_2

Hari ini, 23 Mei 2005….

Liza baru terlepas dari hal yg sempat membuat Liza sangat takut. Kehilangan orang yg Liza cintai adalah hal yg paling ditakuti dalam hidup ini.

7 hari lalu mami terbaring di RS, cuma gara-gara nyamuk nakal… Dari awal Liza emang udah curiga. Mami lemes bgt selama beberapa hari, panasnya juga gak turun2. Tapi gak ada batuk ataupun pilek. Makin hari mami tambah lemas, gak bs bangun dari tempat tidur katanya sih setiap berdiri kepalanya puyeng bgt. Sebagai dokter udah pasti Liza berusaha cari penyebab penyakit mami itu. Setelah di periksa lab, ternyata trombositnya turun jadi 135.000. Wah, curiga DHF nih… Sore itu kami sekeluarga masih sempat berdialog.

Ada

yg mengusulkan mami langsung aja di bawa ke RS untuk di infus, tapi ada yg berpendapat selama mami masih bisa minum gak perlu dibawa ke RS.

Liza sendiri ragu-ragu… Bodoh memang. Seharusnya sbg dokter Liza harus bisa cepat mengambil keputusan. Mungkin krn Liza masih berusaaha positif thinking, kalau mami cuma terkena virus biasa. Tapi akhirnya Liza ambil keputusan untuk bawa mami segera ke RS. Alhamdulillah, itu jd keputusan yg sangat tepat. Karena malamnya trombosit mami turun jadi 61.000. Mami hampir shock… dan tau gak? Liza seperti orang bingung saat itu. Padahal Liza udah terbiasa menghadapi kasus seperti ini selama jaga di RS. Untung aja tangan Liza refleks mempercepat tetesan infus, sebelum akhirnya memanggil suster.

Entah cuma Liza yg seperti ini atau mungkin ini bisa dialami oleh semua orang… Rasanya beda saat kita menolong pasien dgn kita merawat keluarga sendiri. Disini emosi Liza sangat berperan dan kadang jd melemahkan pikiran.

Selama jaga di RS, banyak hikmah yg Liza pelajari. Mami saat itu sangat tidak berdaya. Dan Liza dengan ikhlas menolong dia, mulai dari makan, mandi, BAB, BAK. Liza seperti sedang merawat bayi besaaaar. Belum lagi kalau lagi kumat manjanya, makan ini gak mau… makan itu gak mau… Tapi Liza sayang sekali sama mami, jadi apapun maunya Liza ladeni. Pernah pada suatu malam, hari ketiga… Liza ngerasa capek bgt.  Rasanya Liza pingin tidur sejenak, 1 jam aja udah sangat berharga. Tapi Liza denger kabar ternyata trombosit mami sudah turun jadi 8.000. Udah terjadi perdarahan di lambung. Dan mami harus ditransfusi segera…

Liza takut sekali. Kaki Liza ini rasanya lemas. Tapi Liza tau gak boleh cengeng… Liza harus kuat. Sebagai dokter Liza harus bisa mengatasi kondisi sesulit apapun. Dan Liza gak mau buat mami tambah stres karena penyakitnya.

Laa haula walaa quwwata illa billahi… Liza bener2 pasrah sama Allah. Akhirnya mami pindah ke RS yg lebih lengkap peralatannya. Dan lagi-lagi hari itu Liza gak bisa istirahat sama sekali.

Alhamdulillah 4 hari setelah itu trombosit mami kembali membaik. Dan akhirnya mami bisa pulang untuk istirahat di rumah.

Liza sangat bersyukur doa Liza dikabulkan oleh Allah…

Liza juga bersyukur bisa mendapat pengalaman berharga ini…

Hari ini Liza baru merasakan apa yg dirasakan oleh mami selama 28 tahun menjaga Liza. Capek, letih, takut, kuatir… pasti itu silih berganti didalam hatinya. Liza baru 7 hari tidak tidur waktu menjaga mami. Tapi mami mungkin pernah sampai 7 tahun tidak tidur nyenyak karena menjaga Liza.

Pernah suatu hari pada waktu mami sakit, Liza membuatkan makanan untuk mami, tapi mami gak mau makan. Malahan ngomel2, trus bilang makanan itu gak enak. Liza sedih banget… rasanya usaha Liza itu tidak dihargai sama sekali. Tapi tiba-tiba Liza tersadar, selama 28 tahun ini, mungkin Liza sering sekali bersikap seperti itu terhadap mami. Entah berapa kali mami harus menahan sedih karena usahanya yg tidak dihargai oleh Liza…

“Ya Allah, aku mohon ampun atas semua kesalahanku… dan kesalahan kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil”